Monday, 28 March 2022
Cerita pagi tadi
Cahaya indah nampak dari timur
Nampak segerombol tikus berkeliaran
Sedang di sudut-sudut parit
Tanpa disadari banyak ternak-ternak kecil
LEMBATA,28, MARET,2022
Sunday, 27 March 2022
Pelangi senja
Ferdi maran
Terlihat pelangi indah, hadir disela-sela mendung
saat mentari bersinar cerah,menghiasi angkasa
dan sang elang perkasa terbang diataranya
Pelangi yang selalu di nanti lelaki itu
hanya singgah sebentar,dan berlalu
tanpa meninggalkan pesan
Ketika senja menjemput malam
lelaki itu selalu berteduh,dibawa awan kelabu
dengan mentari yang mulai remang-remang
diselimuti bukit-bukit terjal
Ia mencoba meraih malam dengan senyum
namun bayang pelangi senja,masih mengintai
dibalik jendela, sudut kota itu
LEMBATA,27, MARET,2022
PENYAIIRSEPI
Wednesday, 23 March 2022
Surat untuk Tuhan
Tuhan...
Aku tak mampu berjalan lagi
mengitari hati yang pilu ini
karna aku hanya fajar yang sunyi
Tuhan...
Aku berlutut memandang cintamu
cinta yang tak mampu ku balas
dengan ego yang ku rajut bersama cinta
Tuhan...
Biar aku berada di sini
agar citaku tak terbagi dalam sepi
agar rinduku tetap pada cintamu
LEMBATA,24,MARET,2022
PENYAIIRSEPI
Friday, 18 March 2022
Takdir Yang Sebentar
cepat atau lambat semua akan berakhir
tanpa siapa yang tahu penyebabnya
dan kita hanya tinggal menunggu cerita
biarkan aku singgah sebentar
di ujung jalan sana
karena masih ada yang ingin aku lihat
dan masih ada yang ingin aku kenang
walau ini akan berakhir
PENYAIIRSEPI
Wednesday, 16 March 2022
Belum habis kisahnya
menyapa para pejalan kaki
di sebrang sana
nampak seorang penjahit
bertubuh rentan dan tak berdaya
disusul pereman
merampas harta yang hanya segenggam
mana budimu wahai manusia
ia tak berdaya kau injak-injak
berantakan kegelapan dari sudut kota
lubang-lubang jalanan masih mengintai
tak peduli sempitnya jeruji besi
yang akan menyisa diri
PENYAIIRSEPI
Thursday, 10 March 2022
Biarkan Aku Berharap
melihatmu dirangkul kenyataan
berlalu dalam keheningan
meninggalkan cinta kita
yang baru sebentar kurajut itu
tak juga ingin bersama denganmu
karena ku tahu kita tak mungkin
bersama lagi seperti dulu
aku berharap kamu tak melupakanku
melupakan janji kita
yang coba aku rajut itu
adalah sebuah kebetulan
mencintaimu adalah anugerah
kehilanganmu adalah kenyataan
dan harapanku kita dapat berjumpa
walau hanya dalam mimpi
Wednesday, 2 March 2022
Duniaku yang ini
Duniaku mengajarkanku
arti sebuah keheningan
dalam kisah yang tersirat
Aku belajar berjalan sendiri
berlari dan menaklukkan waktu sendiri
berjuang dan menaklukan
rintangan dalam kesendirian
Duniaku tak sesempit jeruji besi
tak sedingin kutub Utara
dan tak seluas samudera hindia
namun inilah duniaku
tak punya batas namun punya ujung
tak terbatas waktu
namun punya waktu
Dan inilah aku
sedingin salju namun bukan kutub Utara
Sesempit jeruji besi namun bukan penjara
seluas samudera hindia namun bukan lautan
aku hanya senja yang datang saat mentari
merindukan mimpi-mimpi kecil
dari malam yang sepi
dan akan kembali lagi
diwaktu yang sama lagi
Lembata,2,Maret,2022
PENYAIIRSEPI
Aku penyair sepi
Ferdi maran
Biarkan aku berkarya
saat senja menjemput malam
karena ia akan datang lagi setelahnya
Biarkan aku bermimpi setinggi langit
saat malam menjemput bintang
karena ia akan datang lagi setelahnya
Aku tak berkarya sendirian
namun ia bersamaku
sunyi yang tak pernah bungkam
walau ia memang sepi
yang tak pernah diam
walau ia memang terdiam
Goresan kecil yang kau lihat itu
memang tak seindah pelangi mu
namun tak menghilang
walau hari kian berganti
Lembata,2 Maret,2022
PENYAIIRSEPI
Dari Tuhan ke Budak: Sebuah Anatomi Penipuan Besar-besaran
By: Fredy Agama sering disebut jalan kebenaran, sebuah lorong paling terang yang menuntun manusia dengan ritual-ritualnya yang sakral, atau ...
-
oleh: fredy Manusia lahir untuk menjadi sendiri, dan ini tak bisa terbantahkan, karena pada akhirnya kematian menjemput untuk tidur dalam k...
-
Nietzsche vs Psikologi: Mengapa Kita Tidak Pernah Benar-Benar Mengenal Diri Sendir...
-
oleh: Fredy Aku adalah kematian, dan inilah yang membuatku selalu diabaikan oleh manusia, mereka berpikir bahwa aku semenakutkan itu, me...