oleh: fredy
Manusia
lahir untuk menjadi sendiri, dan ini tak bisa terbantahkan, karena pada
akhirnya kematian menjemput untuk tidur dalam kesendirian. Kita menganggap
bahwa keluarga, teman, sahabat bahkan pasangan adalah orang-orang paling
berharga dalam hidup kita, namun kenyataannya mereka bukanlah bagian dari diri
kita, mereka hanyalah bagian dari perjalanan kita yang punya batasnya. Manusia
sering menganggap bahwa kebersamaan selalu menyenangkan bahkan menenangkan, dan
inilah yang di dambakan, kata mereka. Kita tidak pernah bertanya lebih jauh
dari itu, kita hanya terbatas pada pengakuan yang mengawang, sebuah kesalahan
yang sering dianggap mulia dalam kehidupan, anggapan bahwa mereka akan tetap ada
bersama kita adalah sebuah konsekuensi dari kesendirian, disinilah titik
tertinggi dari kehilangan makna kehidupan, dan mereka tetap mempertahankan ini.
Bahagia
selalu menjadi salah satu tujuan dalam perjalanan manusia, mereka menganggap
bahwa bahagia adalah ketika kita mencintai, dicintai dan disayangi oleh
orang-orang di sekitar mereka. Namun ada satu masalah yang sering diabaikan,
bahwa realitanya manusia hanyalah produk sosial yang dibangun oleh peradaban,
dibentuk sedemikian rupa agar menjadi mahkluk sosial, dan kenyataan ini adalah
kepahitan yang paling melekat, inilah pengekangan yang absolut, dan inilah yang
membuat standar bahagia menjadi terlalu universal dan konvensional. Sebuah
pemahaman yang buta arah, dan cacat logika yang pelik.
Kesendirian adalah kebahagiaan yang paling fundamental, ini nyata dan bukan angan-angan belaka. Manusia seharusnya seperti ini, menjadi dirinya sendiri, menjadi bagian paling fundamental bagi dirinya sendiri, tidak terikat, tidak menipu, dan tidak munafik. Lalu apakah mereka benar-benar bahagia? ya, mereka bahagia, karena pada dasarnya kebahagiaan bukan hadir secara eksternal melainkan datang dari diri sendiri, dan untuk diri sendiri, bukan untuk membahagiakan orang lain atau membuat mereka percaya pada kita. Inilah titik tertinggi kebahagiaan yang tak terbantahkan.
No comments:
Post a Comment