Tuesday, 7 December 2021

Kala itu

                                    oleh: ferdi maran


Kala itu fajar masih kuraih 

ditemani butiran-butiran ranai 

yang singgah pada pucuk-pucuk rindu

menyapaku sembari tersenyum 


Aku hanyut dalam hening

mencari sunyi disudut-sudut damai

yang hanya sekedar menyapa lalu pergi


Aku masih ada di sini

takkan pernah melangkah ke sana lagi

walau ku tau ia sedang menanti di ujung jalan

namun sunyiku tak merelakan ku pergi



No comments:

Post a Comment

Dari Tuhan ke Budak: Sebuah Anatomi Penipuan Besar-besaran

By: Fredy Agama sering disebut jalan kebenaran, sebuah lorong paling terang yang menuntun manusia dengan ritual-ritualnya yang sakral, atau ...