Friday, 24 December 2021

Aku Pecandu Syair

 oleh :Ferdi maran



Aku hanya seorang pecandu syair 

berkelana di setiap sajak mencari cinta sejati yang telah hilang pergi


Aku hanya penunggu sunyi yang duduk sembari bermimpi

apa boleh buat aku tak pandai seperti mereka


Malam berganti menjadi fajar yang ku nanti

dengan senyum di atas bibir pahit ini

aku kembali menjadi pecandu sampul usang ini


Aku menunggu datangnya senja pada tunas kelapa

berpamitan pada setiap jejak yang menatap

sembari menikmati senja yang kian meredup


Tunas kelapa itu menawarkan secangkir rindu

dari selimut senja yang terbungkus kelabu

mengakhiri sajak ku pada praduan yang kian

menemui cinta pada mimpi si pecandu


aku pecandu syair ku lantunkan nada syairku

pada pucuk-pucuk kenari yang menyatu pada syahdu


No comments:

Post a Comment

Dari Tuhan ke Budak: Sebuah Anatomi Penipuan Besar-besaran

By: Fredy Agama sering disebut jalan kebenaran, sebuah lorong paling terang yang menuntun manusia dengan ritual-ritualnya yang sakral, atau ...