oleh :Ferdi maran
Aku hanya seorang pecandu syair
berkelana di setiap sajak mencari cinta sejati yang telah hilang pergi
Aku hanya penunggu sunyi yang duduk sembari bermimpi
apa boleh buat aku tak pandai seperti mereka
Malam berganti menjadi fajar yang ku nanti
dengan senyum di atas bibir pahit ini
aku kembali menjadi pecandu sampul usang ini
Aku menunggu datangnya senja pada tunas kelapa
berpamitan pada setiap jejak yang menatap
sembari menikmati senja yang kian meredup
Tunas kelapa itu menawarkan secangkir rindu
dari selimut senja yang terbungkus kelabu
mengakhiri sajak ku pada praduan yang kian
menemui cinta pada mimpi si pecandu
aku pecandu syair ku lantunkan nada syairku
pada pucuk-pucuk kenari yang menyatu pada syahdu
No comments:
Post a Comment